Selama bergenerasi-generasi, umat Islam meyakini bahwa Yesus (damai besertanya) tidak meninggal dan tidak pernah disalib. Buku ini menantang asumsi tersebut hingga ke akarnya. Melalui studi mendalam tentang wafāʾ, tinjauan kritis terhadap para mufasir terkemuka, dan analisis terperinci atas al-Nisāʾ 4:157–158, buku ini berpendapat bahwa redaksi Al-Qur’an sendiri menegaskan baik kematian…
Selama bergenerasi-generasi, umat Islam meyakini bahwa Yesus (damai besertanya) tidak meninggal dan tidak pernah disalib. Buku ini menantang asumsi tersebut hingga ke akarnya. Melalui studi mendalam tentang wafāʾ, tinjauan kritis terhadap para mufasir terkemuka, dan analisis terperinci atas al-Nisāʾ 4:157–158, buku ini berpendapat bahwa redaksi Al-Qur’an sendiri menegaskan baik kematian…
Selama bergenerasi-generasi, umat Islam meyakini bahwa Yesus (damai besertanya) tidak meninggal dan tidak pernah disalib. Buku ini menantang asumsi tersebut hingga ke akarnya. Melalui studi mendalam tentang wafāʾ, tinjauan kritis terhadap para mufasir terkemuka, dan analisis terperinci atas al-Nisāʾ 4:157–158, buku ini berpendapat bahwa redaksi Al-Qur’an sendiri menegaskan baik kematian…
Selama bergenerasi-generasi, umat Islam meyakini bahwa Yesus (damai besertanya) tidak meninggal dan tidak pernah disalib. Buku ini menantang asumsi tersebut hingga ke akarnya. Melalui studi mendalam tentang wafāʾ, tinjauan kritis terhadap para mufasir terkemuka, dan analisis terperinci atas al-Nisāʾ 4:157–158, buku ini berpendapat bahwa redaksi Al-Qur’an sendiri menegaskan baik kematian…
Selama bergenerasi-generasi, umat Islam meyakini bahwa Yesus (damai besertanya) tidak meninggal dan tidak pernah disalib. Buku ini menantang asumsi tersebut hingga ke akarnya. Melalui studi mendalam tentang wafāʾ, tinjauan kritis terhadap para mufasir terkemuka, dan analisis terperinci atas al-Nisāʾ 4:157–158, buku ini berpendapat bahwa redaksi Al-Qur’an sendiri menegaskan baik kematian…
Selama bergenerasi-generasi, umat Islam meyakini bahwa Yesus (damai besertanya) tidak meninggal dan tidak pernah disalib. Buku ini menantang asumsi tersebut hingga ke akarnya. Melalui studi mendalam tentang wafāʾ, tinjauan kritis terhadap para mufasir terkemuka, dan analisis terperinci atas al-Nisāʾ 4:157–158, buku ini berpendapat bahwa redaksi Al-Qur’an sendiri menegaskan baik kematian…
Selama bergenerasi-generasi, umat Islam meyakini bahwa Yesus (damai besertanya) tidak meninggal dan tidak pernah disalib. Buku ini menantang asumsi tersebut hingga ke akarnya. Melalui studi mendalam tentang wafāʾ, tinjauan kritis terhadap para mufasir terkemuka, dan analisis terperinci atas al-Nisāʾ 4:157–158, buku ini berpendapat bahwa redaksi Al-Qur’an sendiri menegaskan baik kematian…
Selama bergenerasi-generasi, umat Islam meyakini bahwa Yesus (damai besertanya) tidak meninggal dan tidak pernah disalib. Buku ini menantang asumsi tersebut hingga ke akarnya. Melalui studi mendalam tentang wafāʾ, tinjauan kritis terhadap para mufasir terkemuka, dan analisis terperinci atas al-Nisāʾ 4:157–158, buku ini berpendapat bahwa redaksi Al-Qur’an sendiri menegaskan baik kematian…
Tokoh yang terdapat dalam buku antara lain adalah ; Adam Smith, Alan Turing, Albert Camus, Alfred Jules Ayer, Alfred North Whitehead, Alfred Tarski, Aristoteles, Charles Robert Darwin, Demokritos, Edmund Husserl, Immanuel Kant, Marcus Aurelilus, Marcus Tullius Cicero dan ,asih banyak lagi.