Selama bergenerasi-generasi, umat Islam meyakini bahwa Yesus (damai besertanya) tidak meninggal dan tidak pernah disalib. Buku ini menantang asumsi tersebut hingga ke akarnya. Melalui studi mendalam tentang wafāʾ, tinjauan kritis terhadap para mufasir terkemuka, dan analisis terperinci atas al-Nisāʾ 4:157–158, buku ini berpendapat bahwa redaksi Al-Qur’an sendiri menegaskan baik kematian…
Selama bergenerasi-generasi, umat Islam meyakini bahwa Yesus (damai besertanya) tidak meninggal dan tidak pernah disalib. Buku ini menantang asumsi tersebut hingga ke akarnya. Melalui studi mendalam tentang wafāʾ, tinjauan kritis terhadap para mufasir terkemuka, dan analisis terperinci atas al-Nisāʾ 4:157–158, buku ini berpendapat bahwa redaksi Al-Qur’an sendiri menegaskan baik kematian…
Selama bergenerasi-generasi, umat Islam meyakini bahwa Yesus (damai besertanya) tidak meninggal dan tidak pernah disalib. Buku ini menantang asumsi tersebut hingga ke akarnya. Melalui studi mendalam tentang wafāʾ, tinjauan kritis terhadap para mufasir terkemuka, dan analisis terperinci atas al-Nisāʾ 4:157–158, buku ini berpendapat bahwa redaksi Al-Qur’an sendiri menegaskan baik kematian…
Selama bergenerasi-generasi, umat Islam meyakini bahwa Yesus (damai besertanya) tidak meninggal dan tidak pernah disalib. Buku ini menantang asumsi tersebut hingga ke akarnya. Melalui studi mendalam tentang wafāʾ, tinjauan kritis terhadap para mufasir terkemuka, dan analisis terperinci atas al-Nisāʾ 4:157–158, buku ini berpendapat bahwa redaksi Al-Qur’an sendiri menegaskan baik kematian…
Selama bergenerasi-generasi, umat Islam meyakini bahwa Yesus (damai besertanya) tidak meninggal dan tidak pernah disalib. Buku ini menantang asumsi tersebut hingga ke akarnya. Melalui studi mendalam tentang wafāʾ, tinjauan kritis terhadap para mufasir terkemuka, dan analisis terperinci atas al-Nisāʾ 4:157–158, buku ini berpendapat bahwa redaksi Al-Qur’an sendiri menegaskan baik kematian…
Selama bergenerasi-generasi, umat Islam meyakini bahwa Yesus (damai besertanya) tidak meninggal dan tidak pernah disalib. Buku ini menantang asumsi tersebut hingga ke akarnya. Melalui studi mendalam tentang wafāʾ, tinjauan kritis terhadap para mufasir terkemuka, dan analisis terperinci atas al-Nisāʾ 4:157–158, buku ini berpendapat bahwa redaksi Al-Qur’an sendiri menegaskan baik kematian…
Selama bergenerasi-generasi, umat Islam meyakini bahwa Yesus (damai besertanya) tidak meninggal dan tidak pernah disalib. Buku ini menantang asumsi tersebut hingga ke akarnya. Melalui studi mendalam tentang wafāʾ, tinjauan kritis terhadap para mufasir terkemuka, dan analisis terperinci atas al-Nisāʾ 4:157–158, buku ini berpendapat bahwa redaksi Al-Qur’an sendiri menegaskan baik kematian…
"A canonical and progressive explanation of the concept of the Messiah in the Bible, this work presents a comprehensive picture of both scriptural and cultural expectations concerning the Messiah. It includes indexes, numerous charts, and fifteen maps."--Back cover